Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
    Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan

    Jangan Remehkan Rhoma Irama

    Calon Preiden 2014

    Rhoma Irama
    Rhoma lebih terkenal luas sampai ke pelosok negeri dibanding Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Mahmud Md, Surya Paloh, Hatta Rajasa. Bahkan nama Rhoma sudah malang melintang sejak 1970an sebagai dedengkot Soneta Group Dangdut ketika nama-nama lain di atas masih terasa asing di telinga publik.

    Dengan modal status orang terkenal maka bukan perkara ganjil ketika arena politik dihujani berita “Rhoma Irama Didaulat Jadi Presiden 2014? (kompas, 1-11-2012).

    Bila status orang terkenal dijadikan ukuran untuk mampu memenangkan perolehan suara terbanyak justru di sinilah ironinya. Status orang paling terkenal beda dengan status orang paling disukai. Di sini pula publik - terutama perempuan yang sebel poligami berkali-kali - belum lupa rekam jejak Rhoma Irama dengan beberapa istri lain.


    Rhoma Irama pernah diam-diam nikah dengan bini muda. Sebut saja Angel Lelga yang sudah dilepas. Sebut saja Ayu Soraya yang pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Tegal, dan konon belum lama ini punya bayi kembar titisan Sang Raja Dangdut (still keep in secret?).

    Sekjen PPP: Rhoma adalah Artis dan Dai tenar yang terpuji:

    Alasan Sekjen PPP Romahumurzi mempertimbangkan Rhoma Irama adalah atas dasar penilaian elit Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rhoma dipandang termasuk artis dan dai tenar yang terpuji (Tempo, 12-11-2012). Tidak salah jika partai berbasis Islam itu tidak memasukkan praktek poligami pada diri Rhoma sebagai hambatan politis. Toh bekas Ketua Umum PPP sekaligus bekas Wakil Presiden Hamzah Haz juga demikian. Pada posisi ini PPP terkesan hendak menegaskan sikap pro poligami.

    Rhoma Irama: “Saya merasa kali ini ada panggilan dalam diri saya” Menyusul permintaan Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) di Surabaya pada 1-11-2012 melalui Yusuf Maulana. Disertai dukungan dari kelompok Wasiat Ulama di RawaBunga Jakarta Timur pada 08-11-2012 melalui Ketua DPP Wasiat Ulama Fakhrurozy Ishaq. Bergemalah seruan “Rhoma Irama for president 2014?. Ini selaras dengan jawaban Rhoma kepada Koran Tempo 09/11/2012: “Saya merasa kali ini ada panggilan dalam diri saya”.

    Jika rencana Rhoma dan PPP terwujud maka Rhoma Irama (PPP) akan muncul sebagai kandidat ketiga yang memastikan bertarung melawan Prabowo Subianto (Gerindra) dan Aburizal Bakrie (Golkar). Mau tidak mau kehadiran Rhoma Irama dapat mengubah irama permainan pada Pilpres 2014 meskipun hampir mustahil Rhoma menang. Jutaan fans fanatik Rhoma hingga pelosok negeri tidak boleh diremehkan. Apalagi sudah umum bahwa ajang kampanye politik sering menggelar panggung musik dangdut di mana justru Rhoma adalah  Raja Dangdut.

    Bila status orang terkenal diyakini mampu merebut peroleh suara maka JANGAN MEREMEHKAN kehadiran Rhoma Irama pada Pemilihan Presiden 2014. Potensi pengaruh dan makna tersembunyi atas Raja partisipasi Rhoma adalah sbb:

    • Mampu merebut perolehan suara dari penggemar fanatik apalagi bila mendapat restu dari tokoh masyarakat.
    • Andaikata Rhoma mampu merebut 10% s/d 15% suara bisa jadi menghambat “Pilpres Satu Putaran Selesai” jika berakibat tidak ada kandidat mampu memperoleh suara 50%+
    • “Bahaya Rhoma” akan terwujud apabila lembaga survey politik main mata dengan menghembuskan prediksi perolehan suara lumayan tinggi buat Rhoma Irama, mengingat lembaga survey mampu menciptakan pra-kondisi penggiringan suara.
    • Jika Pilpres 2014 berlangsung dua putaran maka Rhoma dapat menempatkan diri sebagai faktor penentu kemenangan kandidat lain.
    • Meskipun Rhoma kalah tetap saja keikutsertaannya tercatat sebagai prestise pribadi bagi Rhoma Irama, juga tercatat sebagai prestise partai bagi PPP ketika mampu membopong tokoh terkenal.
    • Akhirnya… Apapun kesalahan Rhoma Irama di masa lalu belum tentu berpengaruh besar dua tahun lagi yaitu tahun 2014 nanti. Mengingat terdapat hal-hal yang menguntungkan bagi politisi bermasalah di masa lalu. Yaitu karakteristik bangsa Indonesia pada umumnya bersifat pemaaf dan pelupa. Sebagaimana publik mulai lupa kaitan Prabowo dengan penculikan aktivis 1998, Aburizal dengan bencana Lumpur Lapindo, dan Sri Mulyani dengan Skandal Bank Century.

    Seberapa mampu Tim Sukses Rhoma Irama mengajak publik memaafkan dan melupakan dosa-dosa masa lalu, barangkali inilah kunci suksesnya.

    Sakit Mata Karena Minum Kopi

    CAKRAWALA NEWS. Seorang Pasien mendatangi sebuah klinik dokter mata yang diantar oleh istrinya. Dengan tertatih-tatih ia memasuki ruang periksa. Ia terkena penyakit mata kronis 2 tahun lalu dan menyebabkan ia tidak bisa melihat lagi alias buta....Ia mengeluh kepada dokter....
     "Dok, sejak saya buta, setiap kali saya minum kopi, mata saya terasa sakit sekali, terasa ada yang    nusuk-nusuk gitu".
    Sambil mengerutkan dahi, Dokter itu memeriksa mata sang pasien....
    "Ah, mata anda kelihatannya baik-baik saja, mungkin anda hanya perlu minum vitamin", sambil mencatatkan resep buat ditebus di apotik.

    Selang  4 hari kemudian, pasien buta ini datang lagi, dan masih mengeluhkan sakitnya saat minum kopi. Ia tidak mungkin berhenti minum kopi karena sudah menjadi kebutuhannya. Karena saking hobinya minum kopi, terkadang sampai 10 gelas per hari. Sang Dokter pun memeriksanya namun tetap tidak menemukan kelainan di mata sang pasien. Sambil memegang dagu, sang dokter menatap wajah pasiennya. Lalu dituliskannya lagi resep obat yang terdiri dari beberapa jenis obat dan vitamin. Dan sang dokter pun meyakinkan  sang pasien, bahwa dengan meminum obat tersebut keluhan yang dirasakan saat minum kopi, pasti berangsur-angsur menghilang....

    Namun alangkah kagetnya sang dokter, karena 6 hari kemudian, sang pasien datang lagi dan tetap mengeluhkan sakit mata ketika minum kopi....
    "Aneh.....!, guman dokter. Sang dokter terlihat berfikir keras....lalu kemudian ia tersenyum....(sepertinya sang dokter mendapat ilham nich...red.)
    "Apakah anda tidak mengada-ada pak?", tanya dokter.
    "Ah, masak saya mengada-ada dok?", sanggah sang pasien.
    "Kalau begitu, bisakah anda membuktikannya di depan saya?", tanya dokter lagi.
    "Bisa dok", jawab pasien pendek. 

    Sang dokter pun meminta kepada asistennya untuk menyiapkan peralatan dan bahan untuk membuat kopi. Kemudian mempersilahkan sang pasien untuk membuat kopinya sendiri. Dan setelah selesai ia mengaduk-aduk kopinya, langsung meminum kopi yang telah dibuatnya. Dan kemudian....sang pasien pun berteriak keras...,"Aaaakhhh...!!! Nah itu dok, sakit sekali......!!!

    Dokter yang menyaksikan kejadian itu langsung saja mengatakan, "Lha...! Bagaimana mata kamu tidak sakit, sendoknya tidak kamu lepas dari gelasnya!".
    Pasien : wah!....pantas.......
    ;D

    Diceritakan ulang oleh : Antasari R.
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Belajar Blog Koe - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger