Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

    Panin Bank, Sesali Penebangan Pohon di Jl. Arif Rahman Hakim

    Pepohonan yang ditebang
    Watampone, Cakrawala News--Seminggu yang lalu, di awal Januari 2013, di sekitar Jl. Arif Rahman Hakim ( kandang BajoE ), beberapa pohon besar ditebang oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

    Bank Panin, menyesalkan ulah oknum tersebut pasalnya, pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan program Pelestarikan Hutan Kota. Sementara program kerja Bank Panin yakni Panin Peduli Penghijauan merupakan bentuk kerjasamanya dengan pemerintah pusat "Sukseskan Go Green!".

    "Salah satunya hutan kota yang patut dijaga, justru malah ditebang begitu saja, padahal pohon-pohon tersebut sudah rindang dan usianya pun sudah lama. Ternyata, segampang itu orang menebangnya. Sungguh sangat disayangkan, kenapa pihak pemerintah daerah tidak menindaki ulah oknum tersebut...?", ungkap Jufri karyawan Bank Panin Bone yang ditugaskan mengelola penghijauan di Kabupaten Bone, kepada Cakrawala News.

    Add caption
    Katanya lagi, ”Coba bayangkan jika seandainya kita baru mulai menanam, paling cepat kita harus menunggu sampai 5 tahun, itupun pohon belum terlalu besar. Percuma saja kita menanam pohon di dalam kota, jika ternyata pohon yang sudah ada saja kok ditebang begitu saja..”, lirihnya dengan nada kesal.

    Add caption
    "Sama halnya tidak mengindahkan program pemerintah, padahal manfaatnya juga sama manusia, menghindari lonsor dan banjir, apabila pepohonan itu tumbuh besar tanpa diganggu oleh tangan jahil yang tak bertanggung jawab. Kami berharap pemerintah cepat menyikapi hal ini, jangan sampai masih ada pepohonan lain yang ditebang. Terus terang, kita dari pihak Panin Peduli Penghijaun, sangat-sangat kecewa! Percuma saja kita optimalkan penanaman pohon, jika akhirnya ditebang juga. Padahal, proses kerjanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Biaya pembibitan butuh cost yang besar, pihak Bank Panin telah menggratiskannya kepada pemerintah Bone untuk direalisasikan penanamannya dan ternyata ada pula oknum yang tidak peduli dengan program Pemerintah tersebut”, imbuhnya.

    Semoga saja, pihak pemerintah melakukan pengawasan di lapangan, dalam hal ini pihak yang berkompeten, agar menindaki ulah oknum tersebut...(Ani Jufri)

    Peningkatan P2BN Diaplikasikan Pemerintah Kabupaten Bone

    Watampone, Cakrawala News--Seiring peningkatan program kerja Pemerintah Pusat, mengenai P2BN (Program Peningkatan Produksi Beras Nasional) menjadi Brand, sinergitas antara Profinsi, Kabupaten dan Kota diaplikasikan dalam bentuk program kerja nasional yang menjadi skala prioritas. Bahkan Gubernur Sulawesi-Selatan, Syahrul Yasin Limpo, membuat kesepakatan bersama dengan para Bupati-nya untuk mensukseskan P2BN.

    Pencapaian target 2 juta ton beras merupakan langkah awal, namun hal itu menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah, sehingga bertambah menjadi 5 juta ton beras. Sementara untuk skala Nasional 10 juta ton beras sampai tahun 2014 merupakan target yang direncanakan ke beberapa provinsi di Indonesia.

    Kabupaten Bone merupakan Daerah penghasil beras terbesar di Sulawesi-Selatan, dengan luas lahan sawah sekitar 28 ribu hektar. Potensinya tersebar di 27 kecamatan, baik itu sawah tadah hujan maupun sawah irigasi dengan menggunakan pola tanam sistem Gadu dan rendengan.

    Dari hasil kerja petani, yang didampingi oleh Dinas pertanian dan Tanaman Pangan sebagai Leading sektor, maka Produktivitas yang dicapai dalam sekali panen untuk komuditi tanaman pangan berupa Padi sebesar 5,6 ton. Untuk komoditi Jagung perhektarnya menghasilkan 5 ton untuk jenis jagung biasa, sementara hibrida 7 ton. Kemudian Komuditi kedelai, hasilnya perhektar adalah 1,9 ton.

    Bidang Produksi yang menangani tanaman pangan dan holtikultura, Ir. Asir selaku Kabid Produksi, yang belum lama ini diberi tanggung-jawab kerja dan Kepala Dinas Ir. Baharuddin, M.Si., antusias melaksanakan Program Pemerintah Pusat yang sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Bone. Ini terlihat dari keberhasilan pencapaian Produksi yang signifikan, menurut Ir. Asir kepada Cakrawala News, saat bertandang di ruang kerjanya.

    Dikatakan pula bahwa, "Animo masyarakat cukup tinggi dengan keberadaan P2BN, di mana kebutuhan petani, terpenuhi mulai dari pengadaan pupuk, pestisida dan benih unggul serta irigasi. Begitu pula dengan pengadaan Alsintan (handtraktor) tahun 2012 sebanyak 124 unit dibagikan kepada kelompok tani pada 27 kecamatan. Ini merupakan bantuan sosial bagi petani untuk dipergunakan pada lahan persawahan.

    Bukan saja dari segi penyediaan Sarana dan Prasarana yang disiapkan pemerintah Pusat dan Daerah, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia. Salah satu hal yang sangat urgen untuk dilaksanakan, karena tanpa SDM yang handal, jangan harap program kita akan sukses. "Olehnya itu potensi SDA harus sejalan dengan potensi SDM, walaupun kadang terkendala pada anggaran SDM, namun hal itu tidak merubah pemikiran kita untuk tetap meningkatkan pengetahuan petani yang lebih modern dan mengarah pada mekanisasi",ujar Ir Asir.

    "Dalam kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pertanian merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat desa, maka dari itu, nafasnya adalah sumber daya manusia. Sehingga dalam mendukung potensi SDM petani, Dinas Pertanian melakukan SLPTT( Sekolah Lapang Pertanian Terpadu) pada komuditi unggulan yang dilengkapi dengan laboratorium lapangan. Petani yang sudah memiliki kelembagaan kelompok, diikut-sertakan dalam pemilihan latihan SLPTT. Dengan didampingi pihak penyuluh, nantinya mereka lebih terkonsentrasi, lalu SLPHT (Sekolah Lapang Pertanian Hama Terpadu) di kalangan petani yang sudah Ikut SLPHT, hasilnya dicapai maksimal, bahkan ada petani yang sudah mampu melakukannya di lapangan, kendatipun mengajarkan bagi sebagian petani yang belum tahu, tentang keberadaan hama", kata Asir.

    Adapun pengetahuan yang mereka dapatkan mempelajari hama-hama yang merusak tanaman ternyata tidak semua hama dapat dimusnahkan, ada juga yang dibiarkan saja dan hal itu tidak menganggu tanaman tetapi ada juga yang harus dibasmi. Jadi langkah terakhir baru bisa menggunakan pestisida. Tak dapat dipungkiri kelemahan petani kita di bone, kendati terlalu manja dalam penggunaan pupuk Anorganik (kimia). sementara yang ada bantuan pupuk organik. Petani kita tidak terbiasa menggunakan pupuk organik yang efeknya dapat menyuburkan tanah pertanian dibanding dengan pupuk kimia yang dampaknya jika terlalu sering memupuk lahan pertanian, kesuburan tanah (unsur haranya) akan berkurang/ sudah hilang ungkap Asir.

    Satu hal yang perlu pemerintah perhatikan, di mana komuditi kedelai harganya begitu murah perkilo 8000 sampai 5000 rupiah. Kita harapkan pemerintah ikut mencari pangsa pasar agar harga kedelai sedikit punya nilai ekonomi, sementara untuk tanaman hortikultura, kita upayakan tanaman unggulan berupa bawang merah dan cabe yang menjadi prioritas kita nantinya, dengan harapan petani akan lebih sejahtera tingkat kehidupannya.(Ani hasan)

    Intan, Gadis Kecil yang Malang

    Intan, Gadis kecil yang Butuh Uluran tangan Dermawan
    Enrekang, Cakrawala News--Namanya Intan Nur Mutiah, putri ketiga dari pasangan suami istri Rusmin dan Linci, kini berumur 13 bulan. Gadis kecil ini sejak usia 2 bulan mengidap penyakit Hemamehoma sejenis penyakit tumor jinak, yang cukup langka diderita anak seusianya. Penyakit yang bertengger di pelipis kiri hingga menutup telinga dan sebagian leher gadis kecil yang malang ini, mempengaruhi pertumbuhan badannya.Seharusnya gadis seusia Intan sudah bisa berjalan, tapi tidak untuk Intan dia masih harus digendong oleh ibunya.

    Tak banyak yang bisa dilakukan oleh sang ibu, meskipun telah menggunakan JAMKESMAS tapi sang ibu masih saja harus membeli obat suntik sebesar Rp 300.000,-/botol yang digunakan untuk menyuntik benjolan di wajah anaknya. Ibu yang terpisah jauh dari suaminya ini ( sang suami harus merantau ke daerah lain mencari nafkah,red) terpaksa harus pasrah menerima putusan tim Dokter Rumah Sakit Wahidin bahwa Intan baru bisa dioperasi setelah berumur 3 Tahun.Untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi cairan dan menekan pertumbuhan bakteri yang ada di dalam benjolan itu, tidak ada jalan lain, Intan harus intensive disuntik seminggu sekali, itu berarti ibu Intan harus mengeluarkan uang Rp 300.000,- perbotol.

    “Rasanya saya sudah tak sanggup lagi membeli obat itu, apalagi obat itu harus saya beli di rumah sakit Dr.wahidin."Keuangan saya betul-betul sudah menipis dan sekarang saya bingung harus bagaimana menghadapi penyakit intan”. Keluhan ini di sampaikan orang tua intan kepada Komunitas Pemerhati Perempuan Massenrempulu(KP2M). Mendengar keluhan masyarakat seperti ini, KP2M tak tinggal diam, ketua lembaga ini segera mecoba membicarakan masalah ini dengan Direktur rumah sakit Umum Massenrempulu, Dr.H. Siswandi, M.kes.

    Intan dan Ibunya
    Harapan KP2M untuk mendapatkan obat suntik gratis yang setara dengan obat yang selama ini dibeli oleh ibu intan tenyata tidak ada. Hanya itu satu-satunya obat yang harus di gunakan sampai intan berumur 3 Tahun. Operasi pun tidak dapat di lakukan saat ini, karena harus dikerjakan oleh tim Dokter ahli bedah, kulit, syaraf dan plastik. Ada komponen syaraf yang sangat halus, fatal justru akan menimbulkan kematian jika ini diangkat terlalu cepat. Jadi semuanya harus dilakukan penuh pertimbangan, Kata Direktur RSU Massenrempulu, Dr.H. Siswandi M.kes.

    Ibu Intan harus bersabar menunggu sampai Intan siap dioperasi. Namun begitu, KP2M tidak akan tinggal diam, lembaga ini tetap mencari bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Intan. Bahkan KP2M akan mencoba mengajak komunitas facebook untuk bersama-sama mencurahkan perhatian dan kepedulian terhadap gadis kecil yang malang itu. (SRY YN)


    Keringat Mereka Dihargai Rp.15,000,-/hari

    Bekerja Tak Kenal Hari Libur

    Sampah di Enrekang
     Enrekang, Cakrawala News--Tak ada pilihan lain selain harus tetap bertahan menekuni pekerjaan itu demi mempertahankan hidup, meski upah yang diterimanya tak sepadan dengan resiko kerja dan keringat yang menetes. Sebanyak 19 penyapu jalan perempuan ini setiap hari on time dan tak pandang hari libur demi keindahan dan kebersihan kota Enrekang.

    Pagi-pagi buta, mereka sudah harus berada di jalan protokol dan beberapa tempat tertentu termasuk pasar untuk menunaikan tugasnya.“Kami harus berangkat pagi-pagi bu, sebelum kendaraan lalu-lalang memadati jalan", kata Maria, salah seorang penyapu jalan kepada Cakrawala News.

    Saya sudah harus menyapu pagi-pagi karena rute saya lebih dari 1 kilo meter jauhnya” kata Ibu paruh baya ini. Miris mendengarkan, wanita ini harus menyapu jalanan sepanjang lebih dari 1 kilometer setiap hari dengan upah Rp.15.000,-. Jauh dari standar upah minimum, sementara resiko kerja yang mungkin saja terjadi cukup besar. Mereka bekerja tanpa alat pengaman, tanpa sarung tangan dan masker.

    Kediaman Si Penyapu Jalan
    Kadis kebersihan Mutarsa Lamamma,SE. Yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, daerah belum mampu memberikan upah di atas dari upah yang mereka terima saat ini. Upah yang mereka terima sebesar Rp.15.000,- itu, baru tahun 2012 dinaikkan sebelumnya mereka hanya terima sebesar Rp.13.000,- jadi naik Rp.2000,-. Belum lagi kalau mereka tidak masuk kerja sehari gaji mereka dipotong meskipun mereka tidak masuk karena sakit.Namun selaku pimpinan, dirinya tidak pernah berhenti mengusulkan agar upah penyapu jalan dinaikkan kepada Bupati dan DPRD, namun tetap saja belum bisa terealisasi.

    Tak banyak yang bisa diharapkan oleh 19 penyapu jalan perempuan dengan upah sekecil itu dan mereka berharap tahun ini upah itu minimal bisa naik menjadi Rp.20.000,- sehingga yang sebelumnya mereka hanya bisa terima Rp.450.000,- meningkat menjadi Rp.600.000,-/bulan . (Sry Y N)

    Massa SAYANG, Banjiri Enrekang

    Enrekang, Cakrawala News--Sekitar 30.000 massa pendukung SAYANG Jilid Dua (2) memadati beberapa ruas jalan di Kab.Enrekang sejak pukul 10 pagi (Minggu,13/01/2013). Massa yang bergerak dari Jalan Pahlawan menuju Lapangan Abu Bakar Lambogo ini, sempat macet di lampu merah kurang lebih 30 menit.

    Tak ada yang menyangka kedatangan calon Gubernur bernomor urut 2 ini disambut begitu hangat oleh para pendukungnya.Selain memadati beberapa jalan di Kota Enrekang Lapangan Abu Bakar Lambogo yang berukuran 1400 meter persegi itu tak mampu menampung luapan massa yang datang dari 12 kecamatan di Kab. Enrekang.

    Meskipun demikian, kampanye SAYANG yang menyita konsentrasi massa kurang lebih 3 jam ini berjalan lancar, tertib dan aman.Sahrul Yasin Limpo yang didampingi Agus Arifin Nu’mang dalam orasinya menyampaikan Visi dan Misi dirinya jika terpilih kelak.Intinya calon gubernur dan wakil gubernur ini akan melanjutkan proses pembangunan yang masih tersisa dan akan mensejahterakan masyarakat SULSEL.

    Meski berjalan tertib, aman dan terkendali, kampanye akbar ini tetap mendapat pengawalan ketat oleh anggota kepolisian sebanyak 205 personil. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, S.H.


    "Tugas yang kami lakukan ini, semata-mata adalah ingin agar semua proses PEMILUKADA berjalan aman dan terkendali tanpa hambatan apapun seperti yang kita inginkan bersama. Oleh karena itu selaku pimpinan saya sebagai Kapolres Enrekang selalu memberikan arahan kepada para anggota agar selalu berjaga-jaga di titik rawan terjadinya gesekan pada saat pelaksanaan kampanye", tegas Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita, S.H (SRY Y.N)

    Peningkatan Kualitas Pendidikan Skala Prioritas

    Kabid Program Ibrahim Yukkas, ST.Msi.
    Watampone, Cakrawala News--Dinas pendidikan Bone, tahun 2013 akan memprioritas program kerja menuju sasaran pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia bagi tenaga pengajar. Hal ini sangat penting untuk dilaksanakan. Olehnya itu, Pemerintah Daerah dalam penerapannya, tentunya akan dihadapkan pada cost/biaya dalam anggarannya, untuk penunjang kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

    Kabid Program Ibrahim Yukkas, ST.Msi kepada Cakrawala News mengatakan, "rencana kegiatan kita mengarah pada peningkatan mutu, antara lain kompetensi guru, peningkatan SDM Pengawas dan Kepala Sekolah yang sebagai stakeholder pendidikan. Indikatornya adalah mendekatkan kualitas pendidikan secara Global mengingat sarana fisik belajar seperti  Ruang Kelas Belajar, bangunan sekolah perpustakaan dan lain sebagainya dari tahun kemarin telah diakomodir pembangunannya melalui dana Blokgrand dan DAK. Olehnya itu karena fasilitas sudah maksimal kini SDM mulai ditingkatkan", ungkap Yukkkas.

    Apa yang dilontarkan memang telah terwujud, Beliau pun mengatakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, kelembagaan musyawarah guru mata pelajaran mulai dari tingkat SD, SLTP sampai SLTA seringkali diadakan workshop.  Agar para guru mata pelajaran dapat meningkatkan pengetahuan mereka terkait pengembangan ilmu yang diajarkan di sekolahnya masing-masing, lebih bermutu lagi. Sehingga bagi siswa dan murid, dapat mengadopsi apa yang didapatkan dari gurunya.

    “Maka dari itu, setiap guru mata pelajaran punya keahlian pada masing-masing bidang studi, bahkan kita akan mengkombinasikan IT, (akses internet) dengan buku panduan, guna mendapatkan tambahan pengetahuan, karena boleh jadi, mata pelajaran yang tidak ada dalam buku, dapat dilihat melalui Internet. Jadi setiap guru bidang studi harus tahu tentang IT dan mengaplikasikannya. Sungguh ironis, bilamana siswa lebih mampu mengakses internet ketimbang gurunya”, tuturnya  kepada Cakrawala News.

    "Terkait soal pembangunan khususnya RKB, hampir keseluruhan sekolah sudah dibangun RKB dan target kita sampai 2014 tidak ada lagi sekolah yang RKB-nya tidak layak pakai. Pemerintah Daerah akan menuntaskan secara optimal, yang jelas sarana dan prasarana pendidikan digenjot dengan bantuan Pusat, Provinsi dan Daerah.

    Olehnya itu, harapan kita selaku stakeholder, akan tetap memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat, tanpa adanya diskriminasi”, imbuhnya optimis. (Ani Hasan)

    Program PNPM Membawa Angin Segar di Masyarakat

    Nasrullah, Kabid Usaha Ekonomi dan Masyarakat
    Watampone, Cakrawala News--Dalam  rangka  menanggulangi angka kemiskinan di Kabupaten Bone, kehadiran PNPM, sangat dirasakan manfaatnya. PNPM, yang terdiri dari PIP, Pisaw dan Mandiri Pedesaan, P2KP, terbukti dapat membawa angin segar, bagi pembangunan infrastruktur masyarakat  sekaligus  penguatan ekonomi kerakyatan.

    Hal ini sangat membantu pemerintah Kabupaten Bone, dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.Terkait kebijakan pemerintah yang  membuat “Program pada Tuo” action plan-nya mulai tahun 2013-2018, Bappeda selaku koordinator melibatkan semua SKPD untuk bersama-sama memikirkan besarnya   jumlah rakyat miskin di Bone untuk ditekan sedemikian rupa  agar  tidak  terjadi pembludakan dari tahun-ketahun. Dengan adanya Program 

    Pada Tou yang merupakan inovasi baru dari inisiatif pemerintah Daerah, bagaimana menurunkan angka kemiskinan, sehingga Badan pemberdayaan Masyarakat desa ikut andil di dalamnya, di temui di ruang kerjanya, Cakrawala News beserta Akselerasi” melakukan wawancara singkat. Nasrullah, Kabid Usaha Ekonomi dan Masyarakat yang diberi tanggung-jawab memanage  kegiatan PNPM.

    Dijelaskan lagi kepada rekan media, bahwa  sehubungan dengan program Pada Tuo, erat kaitannya dengan PNPM dalam mengakselerasikan apa yang menjadi tujuan pemerintah yakni menekan angka kemiskinan. Sebelum pada Tuo, dirilis oleh Pemda, memang PNPM sasarannya memberdayakan masyarakat  dari ketidakmampuannya, wakil bupati sebagai ketua pelaksana di daerah, Bappeda sekertaris, BPMD leading sektor, sejak tahun 2007 alokasi anggaran yang disuplai pusat ke Bone, sekitar 7 milyar, di tambah cost sharing 20 persen dari APBD II. Pada saat itu, status bone masih dalam skala tertinggal pembangunannya, sehingga dari tahun-ketahun, angka 7 milyar bertahap mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan perkembangan  di lapangan dana BLM ( bantuan lansung masyarakat) mulai  ditingkatkan atas penilaian pusat dan provinsi SUL_SEL.

    Porsi anggaran tahun 2009, 2010, 2011 dan 2012 hingga 2013 posisinya berada pada nominal 28 milyar dan itu cukup menggembirakan. Bagi kita sebagai aparatur pemerintah, sangat senang ketika PNPM mulai bergerak apik di masyarakat dan ternyata membuahkan kemajuan yang luar biasa, karena masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

    Berdasarkan hal di atas maka di tahun 2013, costnya mulai dikurangi, mengingat fisik sudah optimal, sehingga tak perlu lagi anggaran disuplai banyak kecamatan yang memiliki masyarakat miskin yang banyak terutama di daerah Bontocani, perhatian pemerintah sementara tertuju ke sana.
    Secara general, mulai tahun 2004, PNPM sudah diprogramkan dan diakui pula bahwa Bone penerima manfaat yang terbesar dibanding dari daerah lain. Alokasi anggaran PNPM angkanya besar, seiring berjalannya kegiatan di lapangan, kita upayakan angka kemiskinan menurun hingga 10 persen dari data yang ada. Olehnya itu sasaran kita pada bidang sektoral. Orientasi  kita pada pemberdayaan masyarakat miskin, yang ada di desa dan kelurahan. Bagaimana menciptakan ruang gerak masyarakat untuk membuka peluang bisnis, dengan melihat potensi yang ada di sekitarnya, seperti menciptakan home industri rumah tangga, bagi usaha kecil saja belum sampai pada tingkat menengah lantaran keterbatasan anggaran.

    ”PNPM telah menyediakan penguatan Modal usaha, bagi kaum perempuan yang dinamakan SPP (Simpan Pinjam kelompok Perempuan ) dan hal itu berjalan sukses. Dana yang telah berkembang di masyarakat SPP, senilai 26 milyar, perorang menerima dana modal usaha sebesar 5 juta rupiah. Itupun masih bisa ditingkatkan jika dana dari pusat sedikit. Maksimal 27 Kecamatan telah terbentuk kelompok Simpan Pinjam Perempuan. Dan semuanya eksis, walaupun hal ini berjalan baik namun ada juga problem yang biasa kita temukan di lapangan, yakni adanya penunggakan yang terjadi,  yang lamban dalam mengembalikan dana tersebut, tetapi tidak seberapa besarnya dari nominal yang ada”, imbuh Nasrullah.

    ”Apabila ditemukan anggota yang terlambat membayar kredit, maka diadakan musyawarah bersama dengan anggota SPP, sehingga anggota yang menunggak bisa mengerti akan tanggung-jawabnya. Kita berharap dana ini dapat bergulir ke calon SPP lainnya yang belum disentuh kelompok, masih banyak tersebar di seluruh Kabupaten Bone. Dengan bantuan dana ini masyarakat bisa membuka usaha yang beraneka ragam jenisnya”, kata Nasrullah.

    “Tahun 2012 anggaran PNPM pedesaan sebesar 16 milyar ditambah pendampingnya 5 persen, sementara tahun 2013 anggarannya 17 milyar dengan dana cost sharingnya. Rencananya pemerintah pusat akan mengakhiri program PNPM sampai 2014. Sesuai kebijakan SBY, lantaran telah berakhir masa pemerintahannya. Terkait "Pada Tuo" yang fokus pada sektor Pendidikan dan Kesehatan".

    "Kita berupaya mensingkronkan dengan program kita. Fasilitas pendidikan dan kesehatan akan kami pikirkan serta menyeimbangkan apa yang telah tertuang di dalamnya, misalnya pembangunan Pustu, POSKESDES dan juga menyiapkan sarana belajar. Tentunya segala kegiatan yang kita lakukan pasti punya kendala  dan biasanya kami temukan adanya pola pikir masyarakat yang sulit dirubah. SDM mereka minim, namun setelah program ini berjalan baik, akhirnya perlahan-lahan pola pikir mereka bisa berubah ke arah yang lebih baik, dengan harapan pemerintah daerah tetap ada perhatian serius kepada masyarakat miskin yang butuh uluran tangan. Apapun bentuknya selama itu bisa merubah  kehidupan mereka,” tandas Nasrullah dengan optimis.  (Ani Jufri)

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Belajar Blog Koe - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger